Sabtu, 10 Maret 2012

IKHLAS

Diposkan oleh Muhammad Zainuddin

ZAINOTES. Ikhlas yaitu dimana engkau tidak mengharapkan saksi bagi perbuatanmu selain dari Allah SWT. Juga dikatakan bahwa ikhlas adalah yang membersihkan amal dari kekeruhan-kekeruhan; dan juga ikhlas merupakan tirai diantara yang berhubungan dengan Allah, sehingga dengan tirai tersebut malaikat tidak bisa menulisnya, setan tidak dapat merusaknya, dan nafsu pun tidak dapat untuk mencondongkannya.

Perbedaan antara ikhlas dan sidq, bahwa shidq adalah pokok dan ia adalah yang pertama, sedangkan ikhlas adalah cabang yang ia adalah pengikutnya. Perbedaan yang lain, bahwa ikhlas tidak akan ada kecuali setelah adanya perbuatan.

Dikatakan, ikhlas merupakan unsur terpenting dari suatu pekerjaan hati, yang diatasnyalah tempat beredarnya seluruh ibadah.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan menunaikan ketaatan kepada-Nya” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Juga dalam firman-Nya: “Ingatlah hanya kepunyaan Allaoh-lah agama yang murni (ini) (QS. Az-Zumar: 3)

Rasulullah SAW bersabda: “Ikhlaslah kamu dalam agamamu, maka amal sedikitpun akan mencukupi.” (HR. Ibnu Abid Dunia, Hakim, dari Mu’adz. Shohih)

Juga dalam sabda beliau yang lain: “Allaoh tidak akan menerima suatu amal, kecuali yang ikhlas karena-Nya dan mengharapkan keridloan-Nya”.

Juga dalam sabda beliau yang lain: “Barangsiapa yang ikhlas semata karena Allah selama empat puluh hari, maka Allah akan memperlihatkan kepadanya mata air hikmah dari hatinya melalui lidahnya.”

Juga dalam sebuah hadits disebutkan: “Dari Abu Dzar dia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ikhlas, beliau bersabda: “Hingga aku bertanya tentangnya kepada Jibril”, kemudian beliau menanyakan kepada Jibril dan Jibril menjawab: “Hingga aku bertanya tentangnya kepada Tuhan Yang Maha Agung”, maka Jibril bertanya kepada Allah, yang kemudian Allah berfirman, “Ikhlas adalah rahasia dari rahasia-rahasia-Ku yang Aku titipkan kedalam hati yang Aku cintai dari hamba-hamba-Ku, yang tidak akan diketahui malaikat hingga ia mencatatnya dan tidak pula setan yang akan merusaknya.”

Para ulama sufi mengatakan bahwa ikhlas adalah maqam ihsan, yaitu hendaklah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya (Lihat Iqozul Himam: 3)

Sahl bin Mu’adz at-Tastari ra. berkata: “Bahwa Akyas dalam tafsir Ikhlasnya melihat bahwa ikhlas tidak lain adalah hendaknya dalam gerak dan diamnya, rahasia dan terangnya diniatkan karena Allah semata. Tidak dicampuri sesuatu pun dari nafsu dan kecenderungan-kecenderungannya, dan tidak pula dicampuri oleh urusan dunia.”.

Hal ini sejalan dengan perkataan: “Ikhlaskanlah diri dan milikilah ia, dan jangan menghendaki ketaatan kecuali kedekatan dengan-Nya sebagai tempat menyandar”.

Syekh Junaid ra berkata: “Ikhlas adalah mensucikan perbuatan-perbuatan dari kekeruhan-kekeruhannya”. Dan ikhlas itu memiliki tiga derajat, yaitu derajat ikhlas orang awam, derajat ikhlas orang khowash, dan derajat ikhlas orang khowashul-khowash.

Adapun ikhlasnya orang awam (orang kebanyakan) adalah orang yang beribadah kepada Allah karena menginginkan nasib baik didunia dan diakhirat. Seperti kesehatan, keselamatan harta keluasan rezeki, rumah dan istri. Sedangkan ikhlasnya orang khowash (orang terpilih) yaitu beribadah karena menginginkan nasib baik hanya diakhirat saja.

Sedangkan ikhlasnya orang khowashul-khowash (orang-orang pilihan) adalah mereka beribdah kepada Allah tanpa mengharapkan nasib-nasib baik tersebut, baik didunia ataupun diakhirat. Oleh karena itu, ibadah mereka adalah ibadah yang dikerjakan dengan sebenarnya, dan mereka mengerjakan segala kewajiban dari Tuhan itu diiringi dengan kecintaan dan kerinduan untuk dapat melihat-Nya.

Hal ini sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Ibnu Faridl: “Bukanlah yang kuminta itu kenikmatan surga, kecuali aku hanya ingin melihat-Nya”.

die *Bulan Hijriah dalam Dimensi Sufi*
KH. M Abdul Gaos Saefulloh Maslul
KH. M Zaenal Abidin Bazul Asyhab

Wallahu a’lam.
Semoga ada hikmahnya.
Cari dan teruslah mencari cinta Ilahi.
Salam ukhwah fillah selalu ^_^

1 komentar:

Azam Jibriel mengatakan...

sungguh sulit sekali memperagakan yang namanya ikhlas....

Poskan Komentar